Hadis Arba'in 8, 9, dan 10
HADITS ARBAIN KE 8
MENGAJAK KEPADA KALIMAT SYAHADAT
Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ
رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.
: Artinya
“Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali hanya Allah dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah, kemudian menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan kalau mereka sudah lakukan itu berarti mereka telah menjaga harta dan jiwa mereka berarti mereka telah menjaga dari saya darah dan harta mereka, kecuali dengan hak Islam dan hisab mereka adalah urusan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penjelasan :
Nabi Muhammad SAW di utus untuk mengajak umat manusia agar menyembah hanya kepada Allah SWT. Dengan semangat yang tak pernah pudar dalam memperjuangkan agama Islam, Baginda Rasulullah SAW terus berdakwah sampai kaumnya berada di jalan yang benar yakni beribadah hanya semata-mata kepada Allah SWT serta bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah kekasih-Nya.
Baginda Rasulullah SAW juga memerintahkan agar menunaikan atau membayar zakat dan itu di lakukan bukan untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, ada hikmah yang bisa di ambil yakni salah satunya mensucikan harta serta jiwa seseorang dan menolong sesama umat. Begitu indahnya Islam, membersihkan diri baik secara jasmani maupun rohani.
Di hadis ini juga, bagaimana seorang hamba yang telah melakukan suatu perbuatan yang baik maka ganjaran yang di dapat juga sesuai apa yang di perbuat.
Nabi Muhammad SAW telah mengajak umatnya dalam hal-hal kebaikan atau ke jalan yang di ridhoi Allah SWT tinggal bagaimana seorang hamba dalam menyikapinya.
Kemudian, segala yang di lakukan seorang hamba nantinya akan di perhitungkan dan itu adalah urusan Allah SWT karena Dia-lah yang Maha pemberi balasan.
HADITS ARBAIN KE 9
KERJAKAN PERINTAH SEMAMPUNYA DAN JANGAN BANYAK BERTANYA
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu yang merupakan hadits ke 9 dari rangkaian Al-Arba’in An-Nawawiyah. Dalam hadits ini Abu Hurairah mengatakan:
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ . رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Artinya:
“Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: apa-apa yang aku larang hendaknya kalian menjauhinya dan apa-apa yang aku perintahkan kepada kalian hendaknya kalian melakukannya semampu kalian. Karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah binasa karena banyaknya pertanyaan mereka dan perselisihan mereka kepada Nabi-Nabi mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan :
Di hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa sebagai umat Nabi Muhammad harus mengikuti apa yang telah di beritahukan oleh-Nya, maka kerjakanlah yang di perintahkan Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi apa yang di larang.
Selain itu, ketika kita melakukan suatu pekerjaan harus sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan diri jika tidak mampu, maka resikonya diri sendiri. Dalam hal ini Allah mempermudahkan kita sebagai hamba untuk mendekatkan diri pada-Nya.
Kemudian, kalimat selanjutnya ialah tidak banyak bertanya. Di kalimat ini, bukan berarti kita tidak boleh bertanya. Tapi, sekedar saja karena sebelum itu banyak sekali orang-orang yang bertanya pada masa itu menimbulkan perselisihan.
Pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan seharusnya membuat satu pemahaman yang baik ataupun bahkan menjadi satu solusi, tapi malah menimbulkan tanggapan-tanggapan yang menjadi perdebatan bahkan perselisihan diantara sesama mereka.
Olehnya itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umat manusia melakukan sesuatu dengan semampunya dan bertanya dengan sesuainya saja.
HADITS ARBAIN KE 10
ALLAH MAHA BAIK DAN HANYA MENERIMA YANG BAIK
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌوَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ
Artinya :
“Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik saja.
Dan sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman sebagaimana dia telah memerintahkan kepada para Rasul.
Maka Allah berfirman: “Wahai para Rasul makanlah dari yang baik-baik dan beramallah yang shalih”.
Sementara kepada orang-orang yang beriman Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari kebaikan apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebagai rezeki.”
Kemudian Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan ada seorang pria yang melakukan perjalanan jauh, pakaiannya kusut masai dan berdebu. Dia mengangkat tangannya ke langit mengatakan, ‘Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku.’ Sementara makanannya haram, minumannya haram, makanan tambahannya juga haram. Maka bagaimana orang tersebut bisa dikabulkan doanya.” (HR. Muslim)
Penjelasan :
Di hadis ini Nabi Muhammad mengatakan bahwa Allah Maha baik dan tidak menerima kecuali yang baik saja. Terkait salah satu kalimat dalam hadis ini, saya mengutip sedikit pendapat dari Ibnu Arabi seorang filsuf Islam dalam bukunya Rahasia 99 Asmaul Husna tepatnya hal 205 bahwa "kita membutuhkan Allah yang Maha Baik untuk menjadikanmu orang yang bagus dalam beribadah untuk akhirat"
Sebagaimana dengan hadis Arba'in kesembilan di atas sebagai umat manusia harus mengikuti perintah Allah begitupun apa yang telah di perintahkan kepada Rasul-Nya.
Selanjutnya, Allah telah memberikan nikmat kepada hamba-hambanya agar memperoleh hal yang baik sebab Allah hanya menerima yang baik-baik saja karena Allah Maha Baik.
Kemudian, Nabi Muhammad SAW menceritakan kepada para sahabat bahwa ada seseorang yang berpakaian lusuh seraya berdo'a dan isi do'a tersebut adalah sebuah pertanyaan bagaimana seseorang yang melakukan hal-hal yang di larang, misalnya makan dan minum yang haram, apakah do'anya bisa di kabulkan?"
Dari penyampaian dari Rasulullah SAW mengenai cerita itu, adalah suatu gambaran kepada seluruh umat manusia bahwa hal sekecil apapun itu apabila ada unsur haram maka akan mempengaruhi yang lain. Dan Allah hanya menerima yang baik serta Maha Pengasih, Maha Pemaaf. Maka segeralah bertaubat sebelum terlambat.
Demikian yang dapat saya pahami dari 3 hadis di atas, Wallahu 'alam.

Komentar
Posting Komentar