Proses Penciptaan Manusia dan Takdir dalam Lauhul Mahfudz

Nama : Nurdalifah UntUNg

Prodi : 3Pai 2

Nim     : 19131057


HADITS ARBAIN KE 4 – PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN TAKDIR DALAM LAUHUL MAHFUDZ


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Artinya :

       “Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya: Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya diperut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan :

   Di hadits ini, suatu ketika Rasulullah menyampaikan bahwa awal proses penciptaan manusia adalah bermula dari setetes mani lalu dikumpulkan atau di satukan dalam perut ibu selama 40 hari. Setelah itu dari setetes mani tadi menjadi setetes darah selama 40 hari juga, selanjutnya dari setetes darah tadi berubah menjadi segumpal daging selama 40 hari. Kemudian, diutuslah malaikat untuk ditiupkan ruh padanya dan malaikat tadi di perintahkan untuk melaksanakan 4 perkara yakni : menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan celaka atau bahagianya. 

      Demi Allah, tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Allah SWT. Ketika seseorang melakukan perbuatan yang baik dan menjauhi yang mungkar maka jarak kita dan Allah adalah tinggal sehasta saja. 

  Begitupun sebaliknya, jika seseorang melakukan perbuatan yang buruk dan tidak mau mengikuti amalan-amalan yang baik maka konsekuensinya adalah jarak kita dan neraka adalah sehasta saja.

  Sesungguhnya Allah sudah mengatur semuanya dan menetapkan setiap takdir manusia. Ketika seorang hamba berbuat maksiat masih ada jalan untuk bertobat selama ia bersungguh-sungguh dalam tobatnya.

      Begitupun takdir manusia yang selalu berbuat baik atau selalu beramal sholeh tapi justru terjerumus dalam kesombongan yang membuat dia merasa lebih baik daripada orang-orang yang perbuatannya lebih banyak maksiat. 

       Dengan demikian, tangisan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam tobatnya lebih mulia daripada orang-orang alim yang merasa lebih baik daripada yang lain, hal itu tidak menjamin akan masuk surga Allah. Karena semua darajat manusia sama dimata tuhan yang membedakan adalah Ketakwaan. Wallahu'alam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setiap Amal Tergantung Pada Niatnya